Takkan Kulupakan

Takkan Kulupakan......
21-2-20






" Tidak akan kami lupakan jasa bapak yang telah mendidik kami, kami selalu ingat nasehat,-nasehat bapak yang penuh inspiratif" kata mereka.
Satu2nya guru yang belain saya pas saya di serang semua guru di sekolah yaitu Cang ato 😁
Keikhlasan bpa mengajar kami, cerita² perjuangan bpa d sela² mengajar, itu yg gk prnh bkin sya lupa sm bpa...
Semoga bpa bs kembali seperti sedia kala, #sehat#semangat, dan selalu #tersenyum...
"Setiap postingan guru sy yg 1 ini gk pernah terlewat sy pasti membacanya. Tulisannya byk pelajaran yg bs diambil. Pengalamannya kisahnya bikin yg baca meneteskan air mata. Dan berfikir buat introspeksi.
Ya allah terima kasih kau pernah menitipkan dia menjadi guruku. Sygi dia terus, sehatkan badannya, panjangkan umurnya ya allah. Biar dia selalu menebarkan ajaran2mu. Semoga dibalik skitnya pak Harto allah mengangkat derajat bapak. Amin." Kata muridku.
Muridku ini sekarang sudah menjadi seorang guru.
Ya, itu kata murid-murid baik lewat perkataan maupun lewat tulisan...aku hanya terharu dan bangga. Aku hanya pesan kepada mereka " Jangan tinggalkan untuk belajar, jangan puas dengan ijazah dan gelar yang kalian miliki, terus maju untuk sukses, lihat ke masa depan lupakan masa lalumu. Jangan katakan saya tidak bisa, jangan katakan saya sibuk, jangan katakan saya miskin, jangan pernah berbohong sekalipun kebanyakan orang bohong sukses, tetapi ingat orang bohong tidak pernah tenang hidupnya."
Akupun tak melupakan orang- orang yang membuat diri ini ingin menulis terus, ketika mau tidur ada aja terpikir besok mau nulis ini ah....
*********"Menulislah setiap saat dan lihat esok apa yang terjadi" ********
Kalimat ini saya dapat dari seorang guru penggerak, dari kalimat inspiratif ini mampu menggerakkan ribuan guru untuk selalu menulis dan bahkan diantaranya sudah menjadi penggerak di daerahnya masing-masing. Penampilannya sederhana apa adanya, tetapi semangatnya untuk mencerdaskan perlu dicontoh.
Sudah tiga kali saya bertatap langsung dengan beliau dalam sebuah pelatihan di wisma Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan disebuah hotel di Jakarta. Pada suatu kesempatan saya bertanya.
" Pak, saya ingin menulis tetapi saya bingung dari mana saya harus memulainya"
Beliau menjawab;
" Tulis apa yang ada disekitar kita,
Tulis apa yang kita bisa,
Tulis saja terus jangan pikirkan tanda baca,
Tulis saja jangan dikoreksi terus'
Tulis saja jangan takut salah".
Inilah diantara jawaban beliau, semenjak itu saya belajar menulis apa yang ada disekitar kehidupan saya. Beliaulah yang menjadi pijakan awal saya menulis, disamping itu juga membeli beberapa buku beliau lalu saya pelajari dan perhatikan bentuk tulisannya.
Alhamdulillah, kalimat penuh inspirasi itu terbukti dengan terbitnya buku perdanaku dengan judul " Mengejar Azan " . Siapa yang punya kalimat itu ?.... Mungkin anda sudah kenal, beliau guru blogger Indonesia, beliau adalah Bang ***Wijaya Kusumah.***
Selain beliau ada dua orang yang tidak kalah pentingnya, saya tidak akan pernah melupakannya, beliau berdua sebagai pembuka jalan menuju penerbitan buku perdanaku. Saya yakin anda sudah tahu semua, beliau yang punya Media guru. Siapa kalau bukan pak ****M. Ihsan dan mas Eko Prasetyo.****
Oleh karena itu, marilah kita menulis mulai dari yang sederhana, dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh murid-murid dan orang kebanyakan.
Bagi seorang guru pasti lebih mudah karena sehari-hari mereka pasti menulis. Ayo sahabat-sahabatku menulislah setiap saat lihat apa yang terjadi.

0 komentar:

Posting Komentar