Jadilah Pemaaf


Jadilah Pemaaf





Suatu hari ada seorang anak mendatangi ayahnya yang sedang terbaring sakit.
" Ayah, jangan kaget ketika ayah dirawat saya juga mendatangi orang-orang pinter, kesimpulannya adalah ayah dikerjain sama temen kerja. Ayah jangan balas dendam" kata sianak penuh harap.
" Ayah itu udah biasa hadapi orang-orang yang suka nyakitin, nyinyirin, merendahkan, menjegal, membunuh karakter, memfitnah dan musuhin. Ayah biarkan saja nanti juga dia bosen terkadang ayah doain selepas shalat. Pada akhirnya mereka minta maaf dan ayah maafkan." Kata seorang ayah.
Jika ada orang menjahati kita kemudian kita balas dengan kejahatan juga, maka orang tersebut adalah gurumu. Artinya orang tersebut berhasil mendidikmu menjadi seperti dia. Dengan demikian apa yang harus kita lakukan, balas dengan kebaikan, InshaAllah pasti ada perubahan kearah yang lebih baik.
Rasulullah dalam hidupnya pernah suatu hari sedang berjalan hendak ke masjid untuk melaksanakan ibadah shalat, dipertengahan jalan Rasulullah diludahi oleh orang Yahudi, Rasulullah hanya melihat dan mengelap badan nya Rasulullah tidak membalas, Rasulullah tetap melanjutkan perjalanan ke masjid. Keesokan harinya Rasulullah berjalan lagi melewati jalan yang sama dan diludahi lagi dengan orang yang sama tetap saja Rasulullah tidak membalasnya. Dihari selanjutnya Rasulullah berjalan pada tempat yang sama tetapi Rasulullah tangak-tengok " ko, tidak ada yang ludahi saya, kemana tuh orang" ucap Rasulullah dalam hati. Keesokan harinyapun orang tersebut tidak nongol juga.
Setelah selesai Rasulullah bertanya kepada orang-orang disana," kemana ya sipulan yang sering nongkrong di gang itu" ucap Rasulullah.
" Oh, sipulan sakit" jawab warga.
Tidak membuang waktu lagi Rasulullah mendatangi rumah orang Yahudi tersebut.
Rasulullah mengetuk pintu" siapa itu, masuk tidak dikunci" ucap Yahudi.
" Saya, Muhammad mau melihat kamu" jawab Rasulullah.
Mendengar nama Muhammad, Yahudi gemetar dan langsung membaringkan badan karena rasa malu. " Maaf, saya dengar kamu sakit, maka saya kesini untuk melihat kondisimu" ucap Rasulullah. Kemudian Yahudi membalikkan badannya dan meminta maaf kepada Rasulullah.
" Maafkan aku ya Muhammad, engkau memang orang baik. Disaat keluarga, temen dan tetanggaku belum pada melihatku sakit, kamu yang dahulu melihatku. Akhlakmu sangat mulia. Sejak ini aku berikrar tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusannya" jawab Yahudi.
Begitulah seharusnya kita berbuat, kejahatan dibalas dengan kebaikan. Sebagai misi yang diemban Rasulullah.
*****'Sesungguh nya aku diutus dalam rangka menyempurnakan Akhlak" alhadits*****
Banyak kejadian dewasa ini, sedikit-sedikit lapor polisi, melanggar HAM sehingga tidak ada lagi kata maaf yang ada hanya dendam. Padahal memaafkan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
*****"...maka maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan bagi mereka..." Firman Allah SWT.******
Bukan hanya memaafkan bahkan lebih dari itu mendoakan permohonan pengampunan untuk orang yang pernah klilaf kepada kita. Mari kita tanamkan sifat pemaaf dan membuang jauh-jauh rasa dendam dihati.

0 komentar:

Posting Komentar